SMA Islam Al-Azhar 4 Kemang Pratama

Aplikasi yang bisa diakses online 24 jam full oleh orang tua, siswa, guru & tata usaha.

Tanah Rantau Seorang Siswi Amerika Serikat

25 July 2018, 13:25

Meninggalkan negeri tanah kelahiran merupakan bukan perkara mudah bagi seseorang. Hal yang telah lama dimiliki harus ditinggalkan menuju ke negeri asing. Teman, saudara, harta benda, dan mungkin cerita masa lalu juga harus ditinggalkan menuju tempat baru yang akan dituju. Hal itulah yang sering menjadi sebuah tradisi yang telah lekat dengan bangsa Indonesia yaitu merantau.

Merantau merupakan sebuah hal yang sering dilakukan oleh para pemuda maupun orang tua dalam tradisi masyarakat Indonesia. Kita mengenal banyak cerita orang-orang dari ujung Pulau Sumatra hingga ujung Pulau Papua untuk merantau. Kegiatan merantau ini dilakukan untuk menemukan sebuah harapan baru, harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik daripada di kampung halaman.

Kita tinggalkan sejenak mengenai masyarakat Indonesia yang gemar merantau tersebut. Mari kita ambil sebuah pelajaran dari seorang siswi yang datang dari jauh, dari benua Amerika, tepatnya Amerika Serikat. Tradisi merantaupun pernah dijalani oleh seorang siswi bernama Helen di sekolah kami SMA Al Azhar 4, Kemang Pratama.

“Orang Indonesia suasananya ramai, di kelas sering ribut, tapi orangnya baik dan ramah. Semua orang senang menyapa ketika bertemu dengan saya”

Pernyataan itu merupakan sedikit penggalan perkataan yang dikatakan oleh Helen ketika menyampaikan ucapan perpisahaan beberapa waktu lalu, sambil tersenyum menyampaikan kepada kami. Pernyataan itu langsung direspon dengan senyum dan tawa dari para murid SMA Al Azhar 4. Hal itu dikarenakan cara helen yang lugu menggunakan bahasa Indonesia, dan wajah jelas seorang Amerika yang putih serta dibalut jilbab khas seorang siswi Al Azhar. Hal itu menambah kecantikan dan keluguan Helen disukai oleh para murid dan para guru.

“Ketika saya sampai di sini (Indonesia maksudnya). Tidak ada seorangpun yang saya kenal, saya baru mulai mengenal Indonesia ketika saya sampai di sini. Tetapi ketika saya mulai belajar di sini saya sangat senang bergaul dengan teman-teman. Mereka banyak yang peduli, membantu saya belajar untuk mengerti bahasa Indonesia. Saya juga membantu mereka untuk sedikit demi sedikit berlatih dalam bahasa Inggris. Indonesia tempat yang nyaman dan saya senang berada di sini untuk mengenal Indonesia”

Suatu pernyataan Helen mengenai sebuah budaya Indonesia yang masih dipegang oleh para murid dan guru-guru SMA Al Azhar 4. Tempat rantau dari Helen merupakan di negara ini, dan khususnya adalah di SMA Al Azhar 4. Sebuah hal yang unik mendapatkan seorang pelajar asing yang ingin sekali mengetahui Indonesia. Walau hanya sendiri kami bisa membuatnya merasa nyaman dengan memberikan hal yang memang selalu dilakukan oleh orang Indonesia yaitu kepedulian, keramahan, dan kecintaan kepada orang lain.

Helen mengatakan sebuah pengalaman yang berharga mengenai tanah rantau, tanah rantau di Indonesia, tanah rantau di SMA Al Azhar 4. Semua hal yang ditinggalkan olehnya di negeri asalnya mungkin tidak akan ditemukan di sini, tetapi dia mendapatatkan hal yang baik di tanah rantaunya. Helen menerima dari sebuah keraguan menjadi keyakinan setelah menjalani kehidupan di tanah rantaunya ini.

Hal ini seharusnya bisa menjadi sebuah pelajaran yang berharga juga untuk kami atau kita. Semua orang yang ingin berkembang haruslah berani mencoba meninggalkan titik nyamanya. Melakukan sebuah perubahan dengan merantau adalah jawaban yang Helen pilih. Hal itu juga sebuah pilihan yang mungkin bisa kita ikuti. Dunia kita tidaklah sesempit yang kita kira. Masih banyak hal yang baru yang harus kita pelajari untuk mengenal dunia. Hal ini dilakukan dari orang asing yang melakukan sebuah tradisi yang sudah dijalani jauh-jauh oleh nenek moyang kita.

Nabi Muhammad yang menjadi teladan kita pernah mengatakan kepada kita untuk belaja sampai ke negeri Cina. Sebuah ungkapan yang bermakna kias agar kita belajar ke mana saja ilmu itu ada. Sebuah hal yang telah dilakukan oleh seorang Helen yang belajar ke sekolah kami SMA Al Azhar 4. Kami bersyukur mendapatkan kesempatan untuk mengajar seorang murid yang bisa menerima kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh sekolah kami, dan meninggalkan sebuah pelajaran berharga agar kita terus berusaha. Berusaha untuk mendapatkan dan tidak takut untuk terus berkembang dengan memanfaatkan segala usaha dan upaya menggapai ilmu di mana saja. Semoga suatu ketika kami bisa bertemeu kembali dengan dia Helen. Sebuah kisah tanah rantau seorang siswi amerika dengan pelajaran untuk setiap orang. Semoga Helen selalu sehat dan menceritakan kebaikan mengenai tanah rantaunya yaitu Indonesia dan SMA Al Azhar 4.

(Penulis : Erisyah Putra,S.Pd)